Just another WordPress.com site

GBS Syndrome

Guillain Barre Syndrome (GBS). GBS adalah penyakit akibat sistem kekebalan tubuh menyerang sistem sarung saraf. Pada umumnya penyakit ini didahului oleh infeksi influenza saluran pernapasan. Pada saat inilah kita merasa nafas tersumbat seperti orang Flu.

Setelah nafas tersumbat di dalam tubuh terjadi reaksi autoimun, yakni sistem kekebalan tubuh sendiri yang menyerang bagian dari ujung ujung saraf. Pada saat inilah terjadi kesemutan. Karena kesemutan atau Parestesia itu timbul bila terjadi gangguan pada serabut saraf. Pada penderita GBS yang akut, kesemutan tidak hanya pada tangan tetapi bisa menjalar ke kaki hingga ke perut.

Itulah sebabnya penyakit GBS ini bisa menyebabkan kelumpuhan, bahkan bisa juga menyebabkan kematian apabila Perusakan saraf pernafasan sudah mencapai akar saraf di leher sehingga pasien kesulitasn bernafas dan menyebabkan kematian mendadak.

Gejala-gejalanya:
1. Didahului oleh nafas tersumbat yang datang secara tiba-tiba seperti hidung yang sedang kena pilek, tapi pilek yang kering.
2. Karena nafas terganggu tidak lama akan terasa gelisah.
3. Disusul oleh kesemutan pada kedua tangan.
4. Pusing seperti terhuyung-huyung.
5. Mulut terasa asam.
6. Badan lemas, sesekali terasa dingin di telapak.
7. Pusing masih terasa 2-3 hari setelah kejadian.

Jika mengalami ini segera periksa ke dokter saraf. Pada umumnya ada dua jenis pengobatan yang akan diditawarkan untuk anda pilih. Silahkan Anda tanyakan dan berkonsultasi dengan dokter saraf Anda.

Dua jenis pengobatannya adalah Plasma Exchange dan Intravenous immunoglobulin. Kedua cara itu saat ini sama sama efektif, walaupun ada pihak tertentu yang mengklaim plasma exchange lebih baik, sedangkan di pihak lain immunoglobulin lebih baik. Tetapi jika ada yang mengusulkan menggunakan kedua cara tersebut secara bergantian maka sebaiknya anda jangan mau. pilihlah salah satu cara saja. karena pengobatan ini mungkin harus dilakukan berkali kali, tergantung dari keakutan GBS anda dan kestabilan kesehatan anda, jika anda sudah memutuskan satu terapi lakukan terapi yang sama untuk selanjutnya.

Untuk pastinya, pertama, segeralah konsultasikan dengan dokter spesialis syaraf agar bisa dilakukan test dan diagnosa yang lebih mendalam.

Jika melalui diagnosa, ternyata memang GBS yang anda alami maka pengobatan penyakit ini saat ini masih sangat mahal. Akan menghabiskan puluhan juta bahkan bisa mencapai 100 jutaan jika sudah akut.

Kedua segeralah anda periksa ke dokter Syaraf untuk melakukan pemeriksaan. bila anda History dan Diagnosa awal dokter syaraf tersebut juga menyimpulkan ada gejala GBS. maka anda akan disuruh melakukan test.

1. Lumbar puncture atau Spinal tap. Anda akan disuruh duduk miring dan lutut anda ditekuk. kemudian cairan tulang belakang anda akan diambil, sedikit sakit pada saat ditusuk tapi hanya sebentar. Cairan ini akan ditest di lab untuk mengetahui hasilnya apakah anda positive GBS atau tidak.

2. Jika dokter masih ragu, mungkin akan diikuti lagi dengan Nerve function tests. Ada 2 test untuk ini.

2a. Electromyography. atau sering juga disebut dengan test EMG ini adalah untuk melihat apakah kesalahan terjadi pada otot atau syaraf. Otot anda akan dimasukkan jarum elektroda yang dihubungkan ke komputer, kemudian komputer akan membaca perubahan perubahan listrik
yang terjadi pada pergerakan otot anda pada berbagai keadaan, baik pada saat otot istirahat maupuan pada saat ada aktifitas.

2b. nerve conduction velocity adalah test untuk melihat kecepatan hantaran saraf. Komputer akan menghitung lama proses hantaran kecepatan saraf dari satu elektroda ke elektroda lainnya.

Dari pemeriksaan pemeriksaan tersebut, maka dokter harusnya sudah bisa memutuskan apakah anda positif GBS atau tidak. Mungkin pemeriksaan tersebut tidak perlu semua dilakukan bila pada pemeriksaan awal dokter sudah melihat hasil yang positif pada pemeriksaan awalnya.

Jika ada rasa panik atau ketakutan, itu bukanlah gejala GBS. Sepertinya GBS tidak menimbulkan ketidakstabilan emosi, kecuali secara psikologi hal ini memang bisa membuat menjadi was was.

sumber:http://www.erepublik.com/en/article/gbs-syndrome-1128365/1/20

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: